Logo header

Takotoko

Tentang Hubungi Kami
Coba Sekarang
https://images.pexels.com/photos/175045/pexels-photo-175045.jpeg?auto=compress&cs=tinysrgb&h=650&w=940

Safeguarding Brand Assets via Employment Contract

Mengamankan aset brand melalui kontrak kerja yang presisi.

The Risk of Talent Churn

Karyawan level C-suite atau kreatif membawa 'rahasia dapur' brand Anda di kepala mereka. Saat mereka keluar, ada risiko besar rahasia strategi, data klien, dan konsep kreatif berpindah ke kompetitor secara instan.

NDA vs Non-Compete Clause

Non-Disclosure Agreement (NDA) melindungi informasi, namun Non-Compete Clause mencegah talenta bekerja di kompetitor untuk periode tertentu. Pastikan klausul ini spesifik dan masuk akal secara hukum agar tidak dibatalkan oleh pengadilan.

Work-for-Hire & IP Ownership

Secara default, hak cipta karya bisa menjadi milik pencipta. Pastikan kontrak kerja menyatakan dengan tegas bahwa semua output kreatif yang dihasilkan selama masa kerja adalah milik perusahaan (Work-for-Hire), bukan milik individu.

Konsep Garden Leave

Untuk posisi strategis, terapkan 'Garden Leave'. Karyawan tetap dibayar tetapi dilarang masuk kantor dan bekerja saat periode notice. Ini bertujuan memutus akses mereka ke informasi terkini sebelum mereka bergabung dengan kompetitor.

Klausul Kode Etik & Reputasi

Masukkan pasal yang mewajibkan karyawan menjaga nama baik brand bahkan setelah kontrak berakhir (non-disparagement clause). Ini mencegah mantan karyawan merusak citra brand melalui pernyataan publik atau media sosial.

Keseimbangan antara Proteksi & Atraksi

Kontrak yang terlalu mengekang bisa menakuti talenta top. Solusinya: Terapkan proteksi ketat hanya pada level eksekutif dan spesialis kunci, sementara level staf diberikan kontrak yang lebih fleksibel namun tetap aman.

Wirausaha

LAINNYA

Marketing

LAINNYA

Produktivitas

LAINNYA