Metode mengukur posisi brand dibanding kompetitor secara mendalam.
Followers dan likes bukan ukuran ekuitas brand. Ekuitas brand adalah nilai tambah yang diberikan produk karena nama brand-nya. Pengukuran yang akurat membutuhkan data kualitatif mengenai persepsi, asosiasi, dan loyalitas.
Ukur seberapa cepat brand Anda muncul dalam pikiran konsumen saat menghadapi situasi penggunaan tertentu (trigger). Brand dengan salience tinggi menang dalam perang atensi, bahkan jika kualitas produknya serupa dengan kompetitor.
Bandingkan persepsi kualitas brand Anda dengan kompetitor utama. Jika kualitas asli tinggi tetapi persepsi rendah, masalahnya ada pada branding. Jika persepsi tinggi tetapi kualitas asli rendah, Anda sedang membangun 'bom waktu' reputasi.
Identifikasi 3 kata sifat utama yang melekat pada brand Anda di benak konsumen. Bandingkan dengan kompetitor. Jika kata sifatnya tumpang tindih, Anda tidak memiliki diferensiasi. Keunggulan kompetitif terletak pada asosiasi yang unik.
Ukur tingkat 'brand advocacy'. Apakah pelanggan bertahan karena harga (transaksional) atau karena merasa terhubung dengan nilai brand (emosional)? Loyalitas emosional memungkinkan brand untuk menaikkan harga tanpa kehilangan pelanggan.
Gunakan data benchmarking untuk menentukan prioritas strategis. Jika gap ada pada awareness, fokus pada reach. Jika gap ada pada trust, fokus pada authority content. Jika gap ada pada diferensiasi, lakukan reposisi narasi.