Cara mengubah persepsi brand menjadi angka di neraca keuangan.
Bagi expert, brand equity bukan soal estetika, melainkan kemampuan brand untuk menghasilkan revenue tambahan dibandingkan produk generik. Ini adalah aset tak berwujud yang secara langsung mempengaruhi margin profitabilitas.
Menghitung brand equity berdasarkan total investasi yang dikeluarkan untuk membangun brand tersebut (Marketing spend, R&D, PR). Namun, metode ini lemah karena tidak mencerminkan nilai pasar saat ini, hanya biaya historis.
Menilai brand dengan membandingkannya dengan transaksi akuisisi brand serupa di industri yang sama. Selisih antara harga akuisisi dengan nilai buku aset fisik (tangible assets) dianggap sebagai nilai brand.
Metode paling akurat. Menghitung selisih antara laba yang dihasilkan oleh brand Anda dengan laba yang dihasilkan oleh produk serupa tanpa brand (generic). Present value dari selisih laba inilah nilai brand Anda.
Brand yang kuat menurunkan risiko bisnis (beta). Secara finansial, hal ini dapat menurunkan Weighted Average Cost of Capital (WACC) perusahaan, karena kreditor dan investor melihat risiko gagal bayar yang lebih rendah.
Untuk meningkatkan valuasi saat exit, fokuslah pada 'Brand Consistency' dan 'Customer Loyalty Index'. Semakin rendah volatilitas revenue Anda karena loyalitas brand, semakin tinggi multiplier valuasi yang akan diberikan investor.