Logo header

Takotoko

Tentang Hubungi Kami
Coba Sekarang
https://images.pexels.com/photos/7841410/pexels-photo-7841410.jpeg?auto=compress&cs=tinysrgb&h=650&w=940

Bedah Shareholders Agreement (SHA): Mitigasi Risiko Founder

Analisis detail perjanjian pemegang saham untuk mencegah deadlock.

Mengapa Akta Pendirian Saja Tidak Cukup

Akta Pendirian hanya mengatur hal-hal normatif sesuai UU PT. Shareholders Agreement (SHA) masuk ke ranah privat yang mengatur dinamika hubungan antar founder, distribusi kekuasaan, dan mekanisme penyelesaian sengketa secara spesifik.

Vesting Schedule: Menjaga Komitmen

Hindari memberikan saham penuh di hari pertama. Terapkan Vesting Schedule (misal: 4 tahun dengan 1 tahun cliff). Jika founder keluar sebelum periode tertentu, perusahaan berhak membeli kembali saham tersebut untuk mencegah 'dead equity' di cap table.

Drag-Along vs Tag-Along Rights

Drag-Along memungkinkan pemegang saham mayoritas memaksa minoritas untuk menjual saham saat ada akuisisi. Sebaliknya, Tag-Along melindungi minoritas agar bisa ikut menjual saham dengan harga dan syarat yang sama saat mayoritas menjual sahamnya.

Mekanisme Penyelesaian Deadlock

Ketika voting 50:50 terjadi, bisnis bisa lumpuh. SHA harus mengatur solusi deadlock, seperti menggunakan 'tie-breaker' (pihak ketiga independen), metode 'Texas Shoot-Out', atau pemberian hak suara menentukan pada CEO.

Right of First Refusal (ROFR)

ROFR memastikan bahwa jika salah satu pemegang saham ingin menjual sahamnya ke pihak eksternal, mereka wajib menawarkan saham tersebut kepada pemegang saham yang ada terlebih dahulu dengan harga dan syarat yang sama.

Reserved Matters: Kontrol Strategis

Tentukan daftar 'Reserved Matters'—keputusan yang tidak bisa diambil hanya dengan mayoritas sederhana, tetapi membutuhkan persetujuan hampir seluruh pemegang saham (misal: perubahan lini bisnis atau pengambil utang besar).

Finansial

LAINNYA

Manajemen Waktu

LAINNYA

Branding

LAINNYA