Logo header

Takotoko

Tentang Hubungi Kami
Coba Sekarang
https://images.pexels.com/photos/7876507/pexels-photo-7876507.jpeg?auto=compress&cs=tinysrgb&h=650&w=940

Due Diligence Digital: Menilai Kualitas SEO sebelum Akuisisi

Teknik audit SEO untuk menentukan nilai riil aset digital.

Mengapa SEO Masuk Due Diligence

Saat mengakuisisi perusahaan tech atau e-commerce, nilai perusahaan seringkali terpaku pada traffic. Namun, traffic yang besar tidak selalu berarti aset yang sehat jika dibangun di atas pondasi yang rapuh.

Mendeteksi Black Hat History

Cek riwayat penurunan traffic yang drastis (cliff drop). Ini adalah indikasi kuat adanya penalti dari Google akibat teknik Black Hat yang mungkin telah 'diperbaiki' namun meninggalkan residu risiko.

Ketergantungan Single Traffic Source

Analisis konsentrasi traffic. Jika 90% traffic berasal dari satu keyword atau satu sumber referral, bisnis tersebut memiliki risiko sistemik tinggi jika terjadi update algoritma.

Audit Backlink Profile

Evaluasi kualitas backlink. Ribuan link dari PBN (Private Blog Network) berkualitas rendah dapat menjadi bom waktu yang menghancurkan valuasi aset digital pasca-akuisisi.

Valuasi Organik Traffic

Hitung 'Equivalent Ad Spend'. Jika traffic organik senilai Rp 1M/bulan jika dibeli lewat Ads, maka aset tersebut memiliki intangible value yang tinggi dalam proses negosiasi harga akuisisi.

Red Flags dalam Audit Digital

Waspadai: 1. Lonjakan traffic tidak wajar sebelum penjualan. 2. Hidden text/cloaking yang masih aktif. 3. Domain yang sering berpindah tangan dalam waktu singkat.

Sosial Media

LAINNYA

Wirausaha

LAINNYA

Produktivitas

LAINNYA